Belgia Bisa Begitu Menakjubkan karena De Bruyne

Belgia jadi salahsatu kuda hitam di Piala Dunia 2018 Rusia sekarang ini. Walaupun tak disebut menjadi bagian dari klub-klub favorit jawara kayak Brasil, Prancis, Spanyol dan juga Argentina, tapi Belgia malah dapat menunjukkan permainan-permainan yang sangat konstan selama ini. Team didikan Roberto Martinez tersebut berhasil mengoleksi 9 angka di babak grup hasil dari 3 keunggulan. … Continue reading “Belgia Bisa Begitu Menakjubkan karena De Bruyne”

Belgia jadi salahsatu kuda hitam di Piala Dunia 2018 Rusia sekarang ini. Walaupun tak disebut menjadi bagian dari klub-klub favorit jawara kayak Brasil, Prancis, Spanyol dan juga Argentina, tapi Belgia malah dapat menunjukkan permainan-permainan yang sangat konstan selama ini.

Team didikan Roberto Martinez tersebut berhasil mengoleksi 9 angka di babak grup hasil dari 3 keunggulan. Penampilan atraktif Belgia pun dipandang menjadi salahsatu yang sangat menjanjikan selama ini, karena klub-klub raksasa yang pernah kesulitan.

Adalah Romelu Lukaku serta Eden Hazard yang selalu jadi punggawa inti Belgia. Mereka telah menyumbangkan total 6 dari 9 skor yang diciptakan Belgia di Grup G. Tapi, untuk Roberto Martinez, terdapat punggawa yang lebih besar dari Lukaku dan Hazard di timnya.

Ya, Martinez memilih De Bruyne. Untuknya, walaupun tidak membikin sejumlah skor, adanya De Bruyne di kesebelasannya amat hakiki dan menciptakan timnya paripurna.

“Saya merasa Kevin De Bruyne telah menunjukkan penampilan terbeken tapi ia tidak terlalu disorot, ia esensial untuk cara kami berlaga,” terang Martinez disadur dari fourfourtwo seperti yang kami baca dari situs livescore Italia.

“Dia telah membuat dampak konsisten juga signifikan, yang umumnya berasal dari penantang title jawara, yang vital untuk kesebelasan mana juga.”

28 Juni yang lalu De Bruyne belum lama berulang tahun yang ke-27. Sekarang Martinez yakin permainan De Bruyne telah banyak berubah, sedikit dewasa, dan juga level penampilannya sedikit tinggi dari sebelumnya.

“Sekarang ia telah 27 tahun, sepanjang 2 tahun belakangan ia telah ada di kelas yang dahsyat, juga barangkali di dalam 16 bulan belakangan ia telah ada di pucuk kariernya.”

“Dan saya yakin ia membawa standar tinggi tersebut pada perjuangan kami di timnas,” pungkasnya menutup pembicaraan.